ACF TB adalah singkatan dari Active Case Finding Tuberkulosis, yaitu program penemuan kasus TBC secara aktif dengan cara mendatangi masyarakat. Berbeda dengan metode pasif yang menunggu pasien datang ke puskesmas, nakes proaktif melakukan skrining pada kelompok berisiko tinggi untuk memutus rantai penularan lebih cepat.
Proses Pelaksanaan ACF TBTarget Skrining: Individu dengan risiko tinggi seperti kontak erat serumah dengan pasien TBC, penderita diabetes, perokok, dan penderita gizi buruk.Metode Pemeriksaan: Menggunakan Mobile X-ray untuk rontgen dada (skrining awal yang dinilai sangat efektif) serta Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi kuman TBC pada dahak.Tujuan Utama: Menemukan kasus sedini mungkin agar penderita bisa langsung diobati sampai sembuh dan tidak menularkan ke orang lain.
Dalam pelaksanaannya, bidan desa berperan dalam koordinasi pelayanan kesehatan dan pendampingan masyarakat, sedangkan kader kesehatan membantu melakukan sosialisasi, pendataan sasaran, serta mengajak masyarakat yang memenuhi kriteria untuk mengikuti pemeriksaan. Melalui sinergi ini, diharapkan cakupan pemeriksaan dapat meningkat sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan tepat.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa melalui pelayanan kesehatan yang promotif, preventif, dan terfokus pada deteksi dini penyakit.